Pensiun, Perasaan Alonso Campur Aduk

Posted on
Pensiun, Perasaan Alonso Campur Aduk Gelandang Bayern Munich Xabi Alonso (Foto: REUTERS/Michael Dalder)

Munich – Selesai sudah karier Xabi Alonso sebagai pesepakbola. “Rasanya campur aduk,” begitu kata Alonso soal pensiunnya dari lapangan hijau.

Alonso menuntaskan perjalanan panjang sebagai pesepakbola pada laga terakhir Bundesliga, Sabtu (20/5/2017) semalam, saat Bayern Munich menang 4-1 atas Freiburg.

[ Baca juga: Bayern Libas Freiburg pada Laga Perpisahan Lahm dan Alonso ]

Alonso yang bermain sebagai starter ditarik keluar pada menit ke-82 dan dia pun mendapat standing ovation dari publik Allianz Arena. Itu adalah kali terakhir Alonso menginjak hijaunya rumput lapangan sebagai pesepakbola.

“Saya sangat puas bisa mengakhiri karier saya sebagai pesepakbola,” ujar Alonso seperti dikutip Soccerway.

“Menguras emosi sekali tentunya. Ada banyak momen di mana saya berpikir unruk berhenti,” sambungnya.

“Sensasinya campur aduk antara emosi, nostalgia, melakonlis, dan kesedihan, tapi ada kebahagiaan di saat bersamaan. Campur aduk lah pokoknya dan saya tidak tahu bagaimana harus melaluinya.”

Laga kontra Freiburg jadi laga terakhir dalam karier panjang Alonso sebagai pesepakbola yang dimulai sejak 1999. Bersama Real Sociedad, Alonso bermain selama lima musim di sana sebelum pindah ke Liverpool pada 2004.

Nama Alonso naik semasa berseragam merah-merah dengan torehan gelar Liga Champions dan Piala FA. Pada musim panas 2009, Alonso pindah ke Real Madrid dengan juga meraih gelar La Liga, Liga Champions, dan Copa del Rey.

Pensiun, Perasaan Alonso Campur AdukXabi Alonso dan keluarga (Foto: REUTERS/Michael Dalder)

Bayern jadi klub terakhir Alonso sedari 2014 dan mengumpulkan tiga trofi Bundesliga. Di level timnas, Alonso berjasa mengantarkan Spanyol meraih Piala Dunia dan dua Piala Eropa dengan total 114 caps dan 16 gol.

“Saya akui akan sangat merindukan bermain lagi karena itu jadi bagian penting dalam hidup saya. Ini yang akan sangat sulit digantikan. Tapi hidup terus berjalan. Bakal ada tantangan baru untuk saya dan saatnya mencoba itu,” paparnya.

“Rasanya indah sekali. Memori-memori seperti ini akan kita ingat terus. Saya ingat bermain dengan ayah saya, dan anak-anak saya pun akan mengingatnya juga,” tutup pesepakbola 36 tahun itu.

(mrp/fem)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *