5 Pemain Bola Paling Bernilai di Bursa Transfer ISL 2017

Posted on

Bigtvsport – Memasuki bulan Januari 2017, klub-klub Tanah Air mulai terlihat agresif di bursa transfer. Menyongsong kompetisi resmi PSSI, Indonesia Super League (ISL) 2017 ke-18 klub kontestan kasta tertinggi tidak ingin asal-asalan membangun skuat.

Pada musim ini sistem promosi dan degradasi diberlakukan. Tampil dengan skuat minimalis sama artinya dengan bunuh diri.

5 Pemain Bola Paling Bernilai di Bursa Transfer ISL 2017
Persaingan perburuan gelar juara terasa lebih bergengsi karena klub jawara ISL 2017 bakal berkesempatan mentas di kompetisi Asia musim selanjutnya.

Lewat prestasi, pemasukan klub dari sponsorship makin kencang. Persipura Jayapura, Persib Bandung, Arema Malang, serta Sriwijaya FC, sudah merasakan berkah keuntungan materi yang didapat dengan menjadi juara kompetisi.

Musim ini kisaran harga pemain bintang tak jauh dari Rp 500 juta hingga Rp 1,5 miliar. Dibanding negara tetangga macam Malaysia, Thailand, dan Vietnam, nominal kontrak tersebut memang relatif lebih rendah, namun kompetisi Indonesia dinilai lebih seksi.

Fanatisme suporter dan tingkat persaingan yang ketat membuat ISL selalu terasa menantang. Banyak pemain asing yang berlaga di kompetisi negara tetangga memilih hijrah ke Indonesia karena dua faktor tersebut.

Ada enam pemain yang belakangan menjadi perbincangan di rumor bursa transfer musim 2017. Bak gulali mereka diperebutkan banyak klub. Siapa-siapa saja para bintang yang amat mungkin jadi pemain dengan kontrak termahal di ISL 2017?

1. Stefano Lilipaly

Penampilan ciamik Stefano Lilipaly bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2016 membuat banyak klub Tanah Air kepincut meminangnya. Gelandang serang yang saat ini berkiprah di klub Divisi II Belanda, SC Telstar, diperebutkan klub-klub elite macam Persipura Jayapura, Arema FC, dan Persib Bandung, Sriwijaya FC, hingga Persija Jakarta.

Seperti dilansir media Belanda, RTVNH, Pelatih Telstar, Michel Vonk, tidak menghalangi jika Lilipaly hendak hengkang. Hanya Direktur Komersial Telstar, Steef Hammerstein, menyebut belum ada tawaran resmi yang datang ke klubnya.

Pada musim ini pemain multifungsi kelahiran 10 Januari 1990 itu tampil sebanyak 13 laga dengan torehan tiga gol. Pada ajang Piala AFF 2016, ia menyumbang dua gol buat Timnas Indonesia.

SC Telstar mematok transfer Rp 14 miliar jika ada klub yang meminang Stefano Lilipaly. Nominal tersebut masih bisa ditawar.

Jika ada klub Indonesia berani membayar mahar ke SC Telstar, dapat dipastikan kalau sang pemain bakal jadi pemain termahal di pentas kompetisi kasta elite Tanah Air.
2. Zulham Zamrun

Persib Bandung secara resmi pada Rabu (4/1/2017) mengumumkan tidak memperpanjang kontrak Zulham Zamrun. Penyerang sayap yang menjadi bagian skuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2016 ini kemungkinan bsar tidak akan kesulitan mencari klub baru.

Walau rapornya kurang bagus di Piala AFF 2016, Zulham tetap dinilai sebagai salah satu penyerang sayap terbaik di Tanah Air. Tipikal gaya permainannya yang mirip Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi yang tajam, cepat, cerdik, disukai banyak pelatih.

Banderol Zulham Zamrun diprediksi menembus angka Rp 1 miliar. Angka pasaran buat pemain top lokal Indonesia yang berstempel Timnas Indonesia.

Persipura Jayapura, Sriwijaya FC, Madura United, PSM Makasar, serta Pusamania Borneo FC, kabarnya dengan senang hati menuruti nominal kontrak yang diminta Zulham.
3. Andik Vermansah

Andik Vermansah masih memiliki kontrak semusim lagi di klub Malaysia, Selangor FA. Namun, krisis keuangan akut yang melanda klubnya bisa membuat pemain yang dijuluki “Messi Indonesia” tersebut hengkang lebih cepat.

Gajinya beberapa bulan terakhir ditunggak Selangor FA. Klub berjulukan The Red Giants tersebut belakangan sudah ditinggal banyak pemain bintangnya.

Selain diminati sesama klub Negeri Jiran, Andik Vermansah jadi properti berharga yang diperebutkan klub-klub Indonesia. Persib Bandung yang tengah mencari sosok pengganti Zulham Zamrun dengan senang hati menampung pemain asal Surabaya tersebut.

Andik saat ini tengah menjalani proses penyembuhan cedera yang didapatnya di final Piala AFF 2016. Ia diprediksi sudah kembali bugar pada awal Februari. Walaupun mengaku masih tetap ingin setia di Selangor, tidak ada jaminan bagi sang pemain tetap ada di tim tersebut pada musim 2017.

Andik tentu tidak mau kontraknya dipangkas, untuk mengurangi beban keuangan Selangor FA. Sang pemain konon dibayar Rp 3 miliar per musim oleh klub pengoleksi 32 gelar juara Liga Malaysia tersebut.
4. Hansamu Yama

Stoper belia yang satu ini awalnya tidak masuk lingkaran skuat inti Tim Merah-Putih di Piala AFF 2016. Pada fase penyisihan Alfred Riedl lebih senang memasang duet Yanto Basna dan Fachrudin Aryanto di jantung pertahanan.

Hansamu yang merupakan veteran Timnas Indonesia U-19 saat memenangi gelar Piala AFF 2016, baru dicoba kemampuannya saat Yanto dan Fachrudin absen karena akumulasi kartu pada duel semifinal pertama melawan Vietnam.

Duel tersebut jadi momentum bagi Hansamu Yama unjuk kebolehan. Tak hanya tampil solid mengawal lini belakang Tim Merah-Putih, pemain asal Mojokerto tersebut menyumbang sebiji gol buat Timnas Indonesia. Dalam laga yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Timnas Indonesia menang 2-1.

Setelah pertandingan itu, posisi Hansamu tak tergantikan. Hebatnya sang pemain juga kembali mencetak gol pada duel leg pertama final Piala AFF 2016 lawan Thailand, lewat sundulan yang menjadi kelebihannya.

Jangan heran selepas Piala AFF 2016, pemain yang musim ini membela klub Barito Putera jadi rebutan banyak klub. Stoper yang saat ini tercatat sebagai polisi tersebut kabarnya tengah didekati Madura United, Bhayangkara FC, dan Persija Jakarta.

Barito Putera masih berkeras ingin mempertahankannya. Namun melihat prestasi klub yang ada di zona papan bawah Torabika Socccer Championship 2016, amat mungkin Hansamu Yama ingin mencari pengalaman baru di klub yang lebih mapan.

Hansamu Yama yang menjalani pendidikan polisi, telah menolak permintaan Bhayangkara FC untuk memperkuat klub tersebut pada musim 2017 nanti. Bocorannya ia sedang bernegosiasi dengan salah satu klub negara tetangga.

5. Abduh Lestaluhu

Masuknya Abduh Lestaluhu ke skuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2016 mendongkrak harga jualnya. Bek sayap kiri yang musim lalu membela PS TNI ini jadi rebutan banyak klub.

Di usianya yang masih muda (baru 22 tahun), pemain asal Tulehu, Maluku, tersebut dinilai amat matang. Ia sering disebut sebagai pemain kombinasi Aji Santoso serta M. Nasuha.

Abduh secara blakblakan menyebut kalau Persija Jakarta secara resmi telah melayangkan tawaran. Klub tersebut yang kali pertama mementaskan Abduh sebelum akhirnya sang pemain menjalani pendidikan militer dan bergabung di PS TNI.

Kontrak profesional Abduh Lestaluhu di PS TNI sudah berakhir seusai perhelatan Torabika Soccer Championship 2016 presented by IM3 Ooredoo.

Namun, untuk mendapatkan sang pemain klub-klub yang meminatinya harus meminta izin resmi ke TNI Angkatan Darat, kesatuan tempat Abduh berdinas.

6. Manahati Lestusen

Sosok Manahati Lestusen jadi kartu truf skema bertahan yang digeber Alfred Riedl di laga-laga krusial Piala AFF 2016. Memulai debut pada duel penutup Grup A kontra Singapura, pemain serbabisa jebolan SAD Uruguay itu tampil oke sebagai bek kanan. Laga tersebut dimenangi 2-1 oleh Timnas Indonesia sekaligus mengamankan satu tiket ke semifinal.

Alfred kemudian mencoba kemampuan Manahati di dua laga semifinal versus Vietnam. Ia bermain di dua posisi berbeda di laga tersebut, sebagai stoper dan gelandang bertahan.

Kehadiran pemain berusia 23 tahun tersebut terbukti membuat lini pertahanan Timnas Indonesia lebih sulit ditembus. Jangan heran di partai final melawan Thailand, Manahati tak tergantikan sebagai pemain inti. Ia bahkan ditunjuk oleh Alfred sebagai eksekutor penalti kedua setelah Boaz Solossa.

Manahati Lestusen yang musim 2016 bermain di PS TNI belakangan dikaitkan dengan Persija Jakarta dan Barito Putera. Ia saat ini memang aktif berdinas sebagai TNI, namun tidak ada regulasi yang melarang Manahati untuk pindah klub.

Hanya saja, ia tidak bisa asal pindah klub. Sang pemain harus memilih klub yang markasnya dekat lokasi dia berdinas sebagai tentara.

Selain Persija, beberapa klub lain juga mengintai Manahati. Mereka siap melakukan proposal peminjaman ke PS TNI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *