Bumerang Besar Bagi AS Roma Jika Sampai Kehilangan Fokus

Posted on
Foto: AFP Foto: AFP

Milan – AS Roma wajib menjaga fokus saat bertandang ke markas Inter Milan. Jika gagal, siap-siap sajalah untuk dikalahkan Inter Milan.

Pertandingan menarik akan tersaji pada giornata 26 Serie A 2016/2017 antara Inter Milan melawan AS Roma di Stadio Giuseppe Meazza, Senin, (27/2/ 2017), dinihari WIB. Keduanya merupakan kesebelasan besar Italia yang sedang berada tengah penampilan terbaiknya dalam beberapa pertandingan terakhir.

Dari enam pertandingan terakhir di liga, keduanya sama-sama mengumpulkan lima kemenangan dan satu kekalahan. Bahkan, mereka juga membukukan jumlah gol dan kebobolan yang yang tidak jauh berbeda satu sama lain dalam enam laga itu. Inter meraup 10 gol dan cuma kebobolan dua gol, sementara Roma mencetak 14 gol dan kemasukan empat gol.

Inter dan Roma pun saat ini sedang mendiami papan atas klasemen Serie A. Laga antara keduanya ini akan makin mengokohkan posisi mereka di tabel klasemen, meski dengan misi yang berbeda. Kemenangan akan membuat inter semakin membuka peluang untuk lolos ke zona Eropa, sedangkan bagi Roma kemenangan berarti tetap menempel ketat Juventus di papan klasemen.

Jangan Sampai Kehilangan Fokus, Roma!

Fokus dari para pemain Roma pada pertandingan harus menjadi perhatian serius sang pelatih, Luciano Spalletti. Bukan tanpa alasan untuk menyebut fokus merupakan hal yang paling vital dalam menentukan hasil pada pertandingan ini. Sebab, fokus menjadi permasalahan besar yang terjadi pada pemain Roma.

Radja Nainggolan dkk.Radja Nainggolan dkk. Foto: REUTERS/Max Rossi

Bagaimana tidak, akibat dari tidak bisa menjaga fokus selama 90 menit penuh, Radja Nainggolan dkk. harus melepaskan keunggulan yang sempat mereka raih dalam beberapa pertandingan

Tercatat ada sekitar enam pertandingan di semua kompetisi yang diarungi oleh ‘Serigala Ibukota’ gagal diselesaikan dengan kemenangan meskipun sempat unggul lebih dulu. Laga itu jika tak berakhir dengan seri ya kalah.

Keenam pertandingan tersebut adalah laga tandang ke markas FC Porto. Roma sempat memimpin dengan skor 1-0 tapi kemudian malah cuma bsia seri 1-1. Kemudian Cagliari vs Roma dari skor 0-2 menjadi 2-2. Juga ketika menjalani laga tandang ke markas Viktoria Plzen. Saat Roma sudah bisa memimpin 1-0, mereka malah membiarkan tuan rumah menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Kemudian saat Roma menjamu Austria Wien. Saat sudah memimpin 3-1, I Lupi kemudian malah diimbangi 3-3. Dua laga lain diselesaikan Roma dengan proses serupa. Yakni saat menjalani laga di markas Atalanta, Roma sempat unggul 1-0 tapi kemudian malah berakhir dengan kekalahan 1-2. Yang terakhir ketika melawat ke markas Sampdoria. Roma unggul1-0 tapi kemudian diimbangi 1-1 dan berakhir dengan kekalahan 2-3.

Jika diperhatikan, lima dari enam pertandingan tersebut terjadi saat Roma bermain tandang. Nah, Roma akan kembali melakoni laga tandang saat menghadapi Inter nanti.

Celakanya lagi, sang tuan rumah, Inter mempunyai rekor yang cukup baik sebagai kesebelasan yang mampu membalikkan keadaan. Tercatat ada sekitar tujuh pertandingan musim ini, Inter mampu membalikkan keadaan dari keadaan tertingal menjadi imbang atau malah berbalik unggul.

Ketujuh pertandingan tersebut adalah Inter Milan lawan Chievo Verona yang sempat tertinggal dari skor 0-1 menjadi menang 3-1 Kemudian kala bertandang ke markas Udinese dengan Inter juga tertinggal 0-1 lebih dulu, tapi kemudian berhasil membalikkan keadaan dan menutup laga dengan kemenangan 2-1.

Bertandang ke markas AC Milan, Inter mampu membuat laga bergulir menarik dengan teringgal lebih dulu 0-1 jadi 1-1 lalu 2-1 jadi 2-2. Saat menghadapi Juventus di Turin, Inter juga tertinggal 0-1 hingga kemudian mengakhiri dengan kemenangan 2-1.

Inter vs Bologna dari skor 0-1 menjadi 1-1. Begitu pula kaka melawat ke markas Pescara, Inter tertinggal lebih dulu 0-1 tapi memenangkannya 1-2. Yang paling hangat, Inter menjamu Palermo. Inter tertinggal lebih dulu 0-1 kemudian menutup laga dengan hasil imbang 1-1.

Bahkan pada pertemuan pertama kedua kesebelasan musim ini, Inter sempat mampu menyamakan kedudukan sebelum akhirnya Roma berhasil menang berkat gol bunuh diri Mauro Icardi.

Berdasarkan data-data di atas, sudah seharusnya Spalletti mewanti-wanti anak asuhnya untuk tetap bisa menjaga fokus selama 90 menit terutama ketika mereka sedang berada dalam keadaan unggul. Jika tidak, bisa saja Roma akan kesulitan untuk meraih kemenangan atau paling tidak hasil imbang.

Celah di Lini Belakang inter Milan

Pelatih Inter Milan boleh berbahagia dengan kembali bisa bermainnya sang kapten Mauro Icardi dan Geoffrey Kondogbia pada pertandingan ini. Namun, kebahagiaan tersebut bisa saja tidak berarti apa-apa bagi Inter. Sebab, palang pintu utama mereka di lini belakang, Joao Miranda, harus absen pada pertandingan ini akibat dari hukuman akumulasi kartu.

Mauro IcardiMauro Icardi Foto: Valerio Pennicino/Getty Images

Situasi itu kurang oke buat Pioli dan pasukannya. Mengingat Miranda adalah tokoh sentral di lini belakang dan selalu bermain pada semua pertandingan Serie A musim ini. Ketidakhadirannya akan membuat timbulnya kegetiran di lini pertahanan, apalagi Roma, sang lawan merupakan kesebelasan dengan jumlah gol kedua terbanyak di Serie A.

Edin Dzeko yang saat ini sedang memuncaki daftar pencetak gol terbanyak Serie A dengan 19 gol akan menjadi andalan Roma untuk mengobrak-abrik lini pertahanan Inter yang tidak diperkuat Miranda ini.

Keberadaan Miranda di lini bertahan I Nerazzurri memang sangat penting. Berdasarkan data dari Whoscored, mantan pemain Atletico Madrid itu merupakan bek dengan statistik bertahan terbaik di Inter. Ia mampu mencatatkan jumlah tekel, intersep dan cleareances terbanyak di Inter. Dengan rencian sebagai berikut, 64 tekel, 62 intersep dan 120 clearences.

Pioli tentu harus memutar otak untuk mencari solusi terbaik atas kehilangan Miranda pada pertandingan ini. Kemungkinan besar dengan tidak bisa bermainnya bek asal Brasil tersebut, Pioli akan lebih memilih menggunakan skema empat bek dibandingkan tiga bek. Sebab, Inter kekurangan stok bek tengah bagus di skuatnya.

Jika menggunakan skema empat bek, Gary Medel akan ditarik ke belakang menggantikan posisi Miranda dan menemani Jeison Murillo. Menjadi bek tengah tentu bukan hal baru bagi Medel, pemain timnas Chile tersebut sudah sering dimainkan di posisi tersebut. Hasilnya pun cukup baik.

Ketidakhadiran Miranda mungkin bisa sedikit ditutupi oleh Medel. Namun, tetap saja akan menciptakan celah di lini belakang. Apalagi Miranda merupakan sosok tak tergantikan.

Semestinya dengan situasi itu, Roma mampu memanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar bisa mendapatkan poin dari sang tuan rumah Inter pada pertandingan ini.

Bumerang Besar Bagi AS Roma Jika Sampai Kehilangan FokusFoto: Pandit Football

Kesimpulan

Inter dan Roma sama-sama sedang berada dalam penampilan yang menjanjikan dalam beberapa pertandingan terakhir. Jadi pertandingan di antara keduanya tentu akan menyajikan tontonan yang menarik.

Kesebelasan yang mampu meminimalisasi kesalahan dan memanfaatkan setiap peluang yang ada tentu akan menjadi favorit untuk memenangkan laga. Masalah Roma yang sering terlihat pada fokus mereka terutama jika unggul terlebih dahulu harus segera dibenahi oleh sang pelatih. Hal ini dikarenakan Inter cukup handal dalam memanfaatkan kesalahan sedikit saja dari lawannya dan cukup sering mampu membalikkan keadaan.

Namun, Inter memiliki celah di lini belakang dengan tidak bermainnya Miranda. Hal ini bisa membuat mereka sedikit khawatir. Mengingat keberadaan Miranda cukup vital dan saat ini yang mereka lawan adalah kesebelasan dengan jumlah gol terbanyak kedua di Serie A.

(fem/mrp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *