Efektivitas Roma Memanfaatkan Kelengahan Inter

Posted on
Foto: Getty Images/Emilio Andreoli Foto: Getty Images/Emilio Andreoli

Jakarta – AS Roma berhasil mengalahkan Inter Milan dengan skor 1-3 pada giornata 26 Serie A Italia 2016/2017 saat bermain di Giuseppe Meazza, Senin (27/02/2017) dinihari WIB. Hasil yang cukup mengejutkan, mengingat sejak dilatih oleh Stefano Pioli, Inter belum terkalahkan di kandang saat menjalani laga Serie A.

Pertandingan ini sebenarnya berlangsung cukup sengit dan berimbang. Kedua kesebelasan mempunyai peluang yang hampir sama banyaknya. Hal ini bisa dilihat dari jumlah tembakan yang dilepaskan. Inter dengan 14 tembakan, sedangkan Roma memiliki 12 tembakan.

Namun, tetap saja terdapat perbedaan di antara keduanya. Pasukan Luciano Spalletti mampu bermain lebih efektif dalam menyelesaikan setiap peluang yang mereka miliki. Hal inilah yang akhirnya membuat Roma mampu mengalahkan Inter.

Tidak adanya perubahan signifikan dalam susunan pemain yang diturunkan Roma juga bisa dikatakan sebagai penyebab lebih primanya penampilan mereka. Sementara Inter harus bermain tanpa palang pintu utama mereka, Joao Miranda. Tidak hadirnya pemain berusia 32 tahun tersebut cukup berpengaruh terhadap penampilan lini pertahanan Inter.

Efektivitas Roma Memanfaatkan Kelengahan Inter

Buruknya Penampilan Lini Pertahanan Inter

Absennya Joao Miranda di laga ini sudah kami prediksikan akan memberikan dampak buruk bagi penampilan lini pertahanan Inter. Hal ini dikarenakan bek asal Brasil tersebut merupakan pemain yang tak tergantikan dan baru absen pada pertandingan ini saja sepanjang gelaran Serie A 2016/2017.

Pada pertandingan ini, Pioli memainkan Danilo D’Ambrosio dan Gary Medel sebagai pengganti Miranda untuk mendampingi Jeison Murillo dalam skema tiga bek yang digunakannya. Walaupun keduanya bukan berposisi asli sebagai bek tengah, namun mereka sudah beberapa kali dipercayai untuk bermain di posisi tersebut, terutama Medel.

Namun, sayangnya pada pertandingan ini, koordinasi Medel, Ambrosio, dan Murillo tidaklah berjalan baik. Ketidakhadiran Miranda sebagai pemimpin di lini pertahanan inilah sepertinya yang menyebabkan buruknya koordinasi tersebut.

Sorotan utama memang layak ditujukan kepada Medel. Pemain timnas Cile tersebut benar-benar tampil buruk di laga ini. Dua gol terakhir Roma pada pertandingan ini bisa dikatakan karena kesalahan Medel. Pada proses terjadinya gol kedua Roma yang diciptakan oleh Radja Nainggolan, Medel merupakan pemain berada paling dekat dengan pemain asal Belgia tersebut sebelum ia melakukan tembakan. Namun Medel sama sekali tidak memberikan tekanan apapun terhadap Nainggolan.

Sementara itu pada gol ketiga Roma yang dicetak oleh Diego Perotti melalui titik penalti juga berawal dari kesalahan Medel. Ia adalah pemain yang menyebabkan tendangan penalti tersebut diberikan oleh wasit, akibat dari pelanggaran yang dilakukannya terhadap Edin Dzeko yang berhasil lolos dari penjagaan D’Ambrosio.

Bahkan sebenarnya jika diperhatikan pada proses terjadinya gol pertama Roma, secara tidak langsung juga terdapat pengaruh dari Medel. Ia sedang dalam posisi menjaga Dzeko sebelum mantan pemain Manchester City tersebut melepaskan assist kepada Nainggolan untuk menjebol gawang Handanovic.

Medel benar-benar menjadi pesakitan pada pertandingan ini. Ia hanya berhasil mencatatkan tiga tekel tanpa satu kalipun memenangkan tekel-tekelnya tersebut. Ia juga hanya berhasil memenangkan setengah duel udaranya dari total empat duel. Di saat Inter harus bermain tanpa Miranda, Medel malah bermain buruk.

Tembakan Jarak Jauh Jadi Senjata Utama Roma

Dua dari tiga gol Roma pada pertandingan ini berasal dari tembakan jarak jauh atau dari luar kotak penalti. Radja Nainggolan menjadi aktor utama dibalik terciptanya dua gol tersebut. Pemain berusia 28 tahun ini mampu melepaskan dua tembakan jarak jauh tepat sasaran yang berhasil merobek jala gawang I Nerazzurri.

Secara keseluruhan pada pertandingan ini, Roma memang cukup dominan dalam melepaskan tembakan jarang jauh. Sebanyak 8 dari total 12 tembakan “Serigala Ibukota” tersebut berasal dari luar kotak penalti.

Efektivitas Roma Memanfaatkan Kelengahan InterFoto: Squawka
Grafis tembakan Roma (kiri) dan Inter (kanan) – Sumber: Squawka

I Giallorossi memang mempunyai beberapa pemain yang cukup andal dalam melepaskan tembakan jarak jauh. Nama-nama seperti Mohamed Salah, Kevin Strootman, dan tentunya Radja Nainggolan mempunyai kemampuan dalam hal tembakan jarak jauh.

Hal ini sepertinya tidak diperhatikan oleh para pemain Inter. Mereka terlihat terlalu membiarkan para pemain Roma begitu leluasa dalam melepaskan tembakan jarak jauh. Walaupun tetap memberikan pressing, tetapi sayangnya tidak dilakukan dengan agresif. Hal inilah yang membuat Nainggolan dalam dua kesempatan berhasil menemukan waktu dan posisi yang tepat untuk melepaskan tembakan dan menghasilkan gol.

Geoffrey Kondogbia dan Roberto Gagliardini yang bermain sebagai double pivot di depan lini pertahanan Inter bermain tidak begitu baik. Jarang terlihat keduanya melakukan pressing agresif saat para pemain Roma menguasai bola di depan kotak penalti Inter.

Gol pertama Nainggolan adalah salah satu contohnya. Gagliardini yang mengawal pergerakan mantan pemain Cagliari tersebut tidak mampu menghentikan pergerakannya dan menutup ruang tembak hingga akhirnya bola masuk ke gawang Inter.

Ditariknya Medel lebih ke belakang untuk bermain sebagai bek tengah mungkin bisa menjadi salah satu alasan tidak agresifnya pressing yang dilakukan oleh para pemain Inter. Pemain bertinggi 171 cm tersebut selama ini terkenal sebagai pemain yang cukup agresif dalam melakukan pressing terhadap pemain lawan.

Kesimpulan

Absennya Joao Miranda cukup berpengaruh terhadap penampilan lini pertahanan Inter. Buruknya performa Gary Medel dan Danilo D’Ambrosio sebagai pengganti Miranda di jantung pertahanan juga membuat I Nerazzurri mudah diobrak-abrik oleh para penyerang Roma.

Selain itu, para pemain Inter juga tidak melakukan pressing secara agresif terhadap para pemain Roma saat mereka menguasai bola. Hal ini membuat anak asuh Luciano Spalletti dengan leluasa mampu menguasai bola dengan tenang dan mendapatkan kesempatan yang bagus untuk melepaskan tembakan, terutama dari jarah jauh.

Kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh Inter tersebutlah yang akhirnya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Roma. Walaupun memiliki jumlah peluang yang hampir sama banyaknya, tetapi Roma mampu bermain lebih efektif dalam memanfaatkan peluang dibandingkan dengan Inter.

===

Dianalisis oleh Gunanda Hasdiansyah (@gunanda38) dari Pandit Football Indonesia

(nds/mrp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *