Gagal Manfaatkan Dana Rp1,3 Triliun, Ranieri Dipecat Leicester City

Posted on

KEBERHASILAN menjuarai Liga Inggris 2015-2016 membuat manajemen Leicester City berani menyodorkan dana berlimpah kepada Claudio Ranieri untuk berbelanja pemain. Hal itu agar The Foxes –julukan Leicester– dapat tampil kompetitif di empat kompetisi yang diikuti (Liga Inggris, Liga Champions, Piala FA dan Liga Inggris) pada musim 2016-2017.

Karena itu, total di dua jendela transfer (musim panas 2016 dan musim dingin 2017), Ranieri mengeluarkan 78 juta pounds atau sekira Rp1,3 triliun untuk mendatangkan tujuh pemain sekaligus. Fokus Ranieri di dua jendela transfer itu ialah memperkuat lini tengah dan depan.

Di tengah, Wilfied Ndidi (KRC Genk) dan Nempalys Mendy (OGC Nice) didatangkan untuk menggantikan posisi N’Golo Kante yang hengkang ke Chelsea. Sementara di lini depan, Leicester menggaet Islam Slimani (Sporting Lisbon) dan Ahmed Musa (CSKA Moskow), untuk memberi persaingan kepada Jamie Vardy dan Riyad Mahrez.

Namun, besarnya uang yang dikeluarkan manajemen Leicester tidak sejalan dengan performa Si Rubah. Leicester terhenti di babak III Piala Liga Inggris serta gugur di babak V Piala FA.

Di Liga Inggris, Leicester tertahan di posisi 17 hingga Liga Inggris 2016-2017 memasuki pekan 25. Kans berprestasi bisa dibilang hanya di Liga Champions. Meski kalah di leg I, Leicester masih berpeluang membalikkan keadaan, mengingat leg kedua yang berlangsung Rabu 15 Maret 2017 dini hari WIB dilangsungkan di markas Leicester (King Power Stadium).

Namun, catatan di atas belum mampu menyelamatkan karier Ranieri bersama Leicester. Pada Jumat (24/2/2017) dini hari WIB, Ranieri harus rela kehilangan jabatannya setelah sejak musim panas 2015 menangani Si Rubah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *