Hingga Saat ini ISL 2015 dihentikan karena pembekuan PSSI Oleh Kemenpora

Posted on

bigtvsport.com – Tim nasional Indonesia harusnya sudah memiliki pelatih anyar sejak Bulan Maret lalu, atau setidaknya pelatih asing dengan status interim dan memiliki opsi dikontrak tetap jika mendulang hasil baik di dua laga uji coba Maret kontra Kamerun dan Myanmar.

Namun, karut marut sepakbola Indonesia dimulai dengan tertundanya Indonesia Super League 2015 yang seharusnya bergulir sejak Februari – akibat Kemenpora lewat BOPI melarang terbitnya rekomendasi – hingga akhirnya kini ISL 2015 pun dihentikan karena pembekuan PSSI oleh Kemenpora.

Situasi tersebut pun membuat PSSI berdalih lantas batal menunjuk pelatih asing, Benny Dolo yang dinilai sebagai pelatih berpengalaman pun akhirnya ditunjuk oleh PSSI sebagai pelatih interim untuk laga kontra Kamerun dan Myanmar. Hasilnya? Tim Merah-Putih kalah 1-0 dari Kamerun dan menang 2-1 atas Myanmar di Sidoarjo.

Pra Piala Dunia 2018 yang semakin dekat membuat PSSI tak bisa berbuat banyak, karena fokus terpecah dengan adanya konflik Kemenpora di mana status PSSI dibekukan. Hingga akhirnya, Pieter Huistra yang sejatinya direktur teknik didapuk menjadi pelatih interim untuk laga kualifikasi Piala Dunia kontra Cina Taipei dan Irak.

Azwan Karim selaku action sekretaris jenderal mengungkapkan hal tersebut. Meski dalam pernyataannya tersirat bahwa ada kemungkinan Pieter dipercaya lebih dari sekadar pelatih interim.

“Penunjukan Huistra saat rapat Exco beberapa hari lalu, semua telah setuju dan Pieter siap mengamban tugas ini. Ia akan menjadi pelatih interim terlebih dahulu dan akan di evaluasi di dua laga awal timnas saat melawan Cina Taipei dan Irak,” kata Azwan.

Beberapa pelatih juga dikatakan Azwan sebenarnya sudah masuk radar PSSI. Namun situasi sepakbola yang tengah kacau membuat sejumlah nama pun menolak pinangan untuk jadi juru taktik Indonesia. Hingga menunjuk Huistra dengan status interim pun jadi opsi terbaik yang dimiliki induk federasi sepakbola yang kini tengah dalam bayang-bayang sanksi FIFA tersebut.

“Mengapa PSSI memutuskan interim? Karena situasi sepak bola nasional saat ini memang belum memungkin menunjuk pelatih tetap. Dan banyak pelatih yang mulanya ingin menukangi timnas Indonesia jadi ragu usai melihat situasi yang dialami PSSI saat ini,” ulas Azwan.

Beberapa nama memang sempat beredar sebagai kandidat pelatih suksesor Alfred Riedl. Joko Driyono yang kala itu menjabat sekjen PSSI sesekali memberi isyarat, hingga akhirnya sosok Aad de Mos sempat jadi pembicaraan.

Namun nasib membawa Indonesia kepada seorang Pieter Huistra, yang sudah ‘berkenalan’ dengan keadaan sepakbola Indonesia dan mengaku siap bekerja keras di tengah situasi saat ini. “Saya ingin menunjukkan kepada seluruh warga Indonesia bahwa sepakbola itu bisa membanggakan, apalagi ditengah isu negatif dan kisruh yang ada sekarang,” tegas pria kelahiran 18 Januari 1967 itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *