Italia-nya Conte Sangat Mirip dengan Italia Saat Juara Dunia 1982

Posted on

Italia-nya Conte Sangat Mirip dengan Italia Saat Juara Dunia 1982, Tanpa bintang dan bukan unggulan juara, Italia tampil mantap. Gli Azzurri disebut-sebut bisa mengikuti jejak tim Italia saat jadi juara Piala Dunia 1982.

Italia datang ke Prancis untuk ikut Piala Eropa 2016 dengan skuat yang terbilang “seadanya”. Tak ada pemain bintang dan lini tengah pun harus kehilangan duo pemain andalannya, Marco Verratti dan Claudio Marchisio serta Andrea Pirlo yang tidak lagi dipanggil.

Namun, Italia punya sosok Antonio Conte sebagai pelatih yang membuktikan hal itu bukan masalah untuknya. Dimulai dengan mengalahkan favorit juara Belgia 2-0 di laga perdana, perjalanan Italia terbilang mulus meski sempat kalah 0-1 dari Republik Irlandia di laga terakhir fase grup.

Performa Italia mulai mendapat pujian ketika berhasil membuat juara bertahan Spanyol mati kutu untuk kemudian menang dua gol tanpa balas. Cara Conte menyiapkan tim serta taktik di laga tersebut diacungi jempol.

Pujian kini datang dari salah satu eks pemain Italia, Gabriel Oriali, yang menyebut ketangguhan ‘Tim Negeri Pizza’ saat ini sama seperti saat negara itu jadi juara dunia 1982.

Oriali yang termasuk dalam tim tersebut bersama Paolo Rossi dan Dino Zoff menyebut Italia saat itu juga tidak diunggulkan. Publik lebih terpana melihat sepakbola indah ala timnas Brasil.

Pada prosesnya Italia berhasil mengalahkan Argetina dan Brasil di babak kedua fase grup untuk lolos ke final. Jerman Barat pun jadi korban terakhir usai dikalahkan dengan skor 3-1.

“Saat itu orang-orang juga berpikir skeptis soal kami, lalu kami pun tidak bermain baik di fase grup dan lolos dengan tiga hasil imbang,” ujar Oriali yang kini menjabat manajer tim Italia itu.

“Kami harus bertemu Argentina dan Brazil di babak selanjutnya jadi saya ingat bilang ke istri untuk memesan tiket liburan sehari setelahnya…Tapi, hal-hal seperti ini sering terjadi dalam sepakbola, tim yang lebih inferior bisa meraih sesuatu karena bermain sebagai tim. Itulah yang terjadi pada kami di tahun 1982,” sambungnya seperti dikutip Football Italia.

“Perkembangan skuat ini dalam dua tahun terakhir juga mengingatkan saya akan tim Italia yang itu, karena kami punya grup yang solid dan lalu menjadi sebuah tim.”

“Anda bisa jadi juara dengan bekerja bersam-sama dan melewati berbagai halangan yang terlihat tidak mungkin, seperti yang kami buktikan di masa lampau,” tutupnya

Italia selanjutnya akan menghadapi Jerman di laga perempatfinal yang dihelat di Stade de Bordeaux, Minggu (3/7/2016) dinihari pukul 02.00 WIB besok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *