Jadi Korban Bom, Bartra Sempat Pikirkan Pensiun

Posted on

DORTMUND – Borussia Dortmund memang memiliki kenangan yang kurang mengenakan ketika tampil di ajang Liga Champions musim 2016-2017. Bukan hanya gagal mencapai partai final, Dortmund juga menjadi sasaran serangan terorisme.

Pada saat itu, bus yang membawa para pemain Dortmund sedang dalam perjalanan menuju Signal Induna Park. Mereka hendak menjamu AS Monaco pada laga babak perempat final Liga Champions di leg pertama. Akan tetapi, saat dalam perjalanan, ada bom meledak di dekat bus Dortmund.

Akibat insiden tersebut salah satu pemain bertahan Dortmund, yakni Marc Bartra, harus dilarikan ke rumah sakit lantaran menjadi korban. Pemain berkebangsaan Spanyol tersebut mengalami patah tulang tangan dan harus menjalani operasi.

Bahkan, Bartra sendiri mengalami trauma akibat serangan tersebut. Ia juga sempat memiliki pemikiran bahwa kariernya sebagai pesepakbola profesional bakal selesai usai menjadi korban serangan itu. Namun beruntungnya, kondisi Bartra tak terlalu parah dan ia masih diperbolehkan kembali bermain.

“Saat serangan itu terjadi, saya pikir saya tidak akan bisa bermain lagi. Saya tidak bisa bergerak dalam lima atau 10 menit pertama dan saya tidak mendengar apa pun,” jelas Bartra, seperti dikutip dari Bild, Selasa (30/5/2017).

“Dokter mengatakan kondisi saya baik dan akan bisa bermain sepakbola lagi dalam waktu satu bulan. Itu kabar yang paling indah, saya tidak bisa lagi melukiskannya seperti apa,” tuntas pemain bertahan asal Spanyol tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *