Nesta Sebut Milan Pantas Rayakan Kelolosan ke Liga Europa

Posted on
Nesta Sebut Milan Pantas Rayakan Kelolosan ke Liga Europa Para pemain AC Milan merayakan kemenangan atas Bologna. (Foto: Marco Luzzani/Getty Images)

Milan – AC Milan jadi sasaran kritik karena merayakan kelolosan ke Liga Europa. Tapi eks bek Rossoneri menilai itu memang pantas dan sah saja dilakukan.

Milan memastikan diri akan finis keenam di Serie A 2016/2017 meski musim masih menyisakan satu pekan lagi. Diavolo Rossi saat ini punya nilai 63, unggul empat poin dari Inter Milan di posisi tujuh.

Dengan finis keenam, Milan pun lolos ke Liga Europa musim depan meski harus melalui jalur kualifikasi. Ini setelah Juventus tak memakai jatah tiket fase grup Liga Europa yang didapatkan dari memenangi Coppa Italia, karena akan tampil di Liga Champions musim depan.

Jatah tiket fase grup Liga Europa itu kemudian dilimpahkan ke Atalanta yang finis kelima di Serie A. Lalu tiket fase kualifikasi yang seharusnya dipegang Atalanta, dialihkan ke Milan di posisi berikutnya.

Keberhasilan lolos ke kompetisi Eropa kemudian dirayakan dengan antusias oleh Milan usai menang 3-0 atas Bologna akhir pekan lalu. Nah perayaan itu dikritik, karena dinilai tak sesuai dengan sejarah Milan sebagai pemilik 18 Scudetto dan tujuh gelar Liga Champions.

Tapi perayaan itu mendapatkan pembelaan Nesta. Bagi bek yang bermain untuk Milan pada 2002-2012 itu, tim yang sekarang ini sudah berbeda dengan era sebelumnya sehingga pantas saja bersuka cita dengan kelolosan ke Liga Europa.

“Saya ada di kubu mereka yang merayakannya. Sah-sah saja melakukannya ketika Anda mencapai sebuah target dan Milan mencapainya. Jelas dibandingkan era saya mereka menurun jauh, tapi inilah Milan yang sekarang,” katanya kepada Gazzetta dello Sport.

“Jadi dari perspektif itu, ini adalah sebuah langkah penting dan tonggak penting. Kemudian, kalau Anda pikirkan sejenak, Inter bakal langsung menerkam peluang untuk berada di posisi Milan sekarang.”

“Mereka cuma perlu punya kerendahan hati dan berhenti memikirkan Milan-nya Berlusconi, karena Milan yang itu sudah hilang. Kerendahan hati itu kata kuncinya. Dengan itulah Anda harus menghadapi perjalanan ke sebuah tempat yang Anda hampir tak ketahui di akhir Juli nanti,” imbuh pria yang kini menangani Miami FC di Liga Amerika Serikat ini, seperti dikutip Football Italia.
(raw/din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *