Pemain yang Gagal Bersinar setelah Jadi Transfer Termahal

Posted on

DUNIA sepakbola di era modern, tidak lepas dengan bisnis. Sejumlah klub dengan kemampuan finansial tidak segan mengeluarkan kocek dalam-dalam hanya untuk mendatangkan satu pemain incarannya.

Tujuannya jelas, adalah mendongkrak prestasi klub tersebut. Oleh karena itu, klub berlomba-lomba untuk mendatangkan pemain terbaik dari seluruh dunia.

Namun ternyata, tidak selamanya transfer tersebut berjalan sukses. Tak jarang beberapa klub harus gigit jari lantaran sang pemain tidak bermain sebaik yang diharapkan. Terlebih jika klub tersebut sudah merogoh kocek besar untuk mendapatkan tanda tangan sang pemain.

Seperti misalnya Manchester City. Klub asal Kota Manchester itu pernah merasakan pahitnya diberi harapan palsu oleh pemain yang didatangkannya.

Hal tersebut terjadi pada musim panas 2008 saat The Citizens memutuskan membeli Robinho dari Real Madrid. Saat itu, Manchester Biru harus mengeluarkan uang tunai senilai 43 juta euro atau sekira Rp603 miliar untuk mendatangkan pemain berpaspor Brasil tersebut ke Etihad.

Dengan harga selangit, nyatanya kualitas yang ditampilkan Robinho tidak sebanding. Pemain yang saat ini berusia 33 tahun tersebut hanya mencetak 16 gol selama dua musim di semua kompetisi. Oleh karena itu, Man City memutuskan untuk meminjamkan Robinho ke Santos sebelum akhirnya dibeli Milan pada Agustus 2010.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *