Pemain yang Kembali ke Klub Lamanya

Posted on

Pemain Atletico Madrid, Fernando Torres (Foto: Daily Express)

PERPINDAHAN pemain sepak bola dari satu klub ke klub lain adalah sesuatu yang wajar dan tidak mungkin bisa dihindarkan. Apalagi di era sepak bola modern seperti sekarang ini yang selalu menuntut pemain tampil gemilang.

Namun, bukan berarti kepindahan para pemain itu membuat mereka tidak memiliki loyalitas. Banyak di antara mereka pindah karena memang kebutuhan tim untuk mendapatkan dana. Tidak jarang, pemain-pemain yang telah pindah, kembali lagi ke klub lama mereka.

Fernando Torres adalah contoh betapa ia mencintai Atletico Madrid, klub yang telah membesarkan namanya. Di Atletico, Torres berhasil menyandang ban kapten dan merupakan penyerang yang ditakuti lawan.

Hal itu membuat Liverpool tertarik memakai jasanya. Pada 2007, mahar 30 juta euro atau sekira 432 miliar rupiah yang disuguhkan Liverpool tidak sanggup dibendung Atletico. Namun, setelah delapan tahun berkelana di berbagai klub, Torres akhirnya kembali ke Atletico hingga saat ini.

Cerita serupa tapi tak sama hadir dari Alessandro Matri. Penyerang asal Italia itu merupakan produk asli akademi Milan. Namun, karena hasil kurang bagus yang ditorehkannya, membuat Milan meminjamkannya ke berbagai klub, sebelum akhirnya berlabuh di Juventus.

Bersama I Bianconerri –julukan Juventus- Matri mampu mencetak 33 gol dari 99 penampilan. Milan pun berniat mengembalikannya ke San Siro –kandang Milan. Dengan harga 11 juta euro atau sekira 154 miliar rupiah Milan menebus Matri dari Juventus dengan harapan mantan penyerang Timnas Italia itu tampil gemilang.

Nahas bagi Milan, penyerang kawakan itu tidak mampu menampilkan performa terbaiknya. Para penggemar dan manajemen Milan dibuat kecewa. Alhasil Matri pun kembali dipinjamkan ke berbagai klub lagi, sampai akhirnya ia bergabung dengan Sassuolo pada 2016 dengan status bebas transfer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *