Ranieri Dipecat, Berapa Poin yang Dibutuhkan Leicester untuk Selamat dari Degradasi?

Posted on

CLAUDIO Ranieri gagal mempertahankan jabatannya sebagai pelatih Leicester City. Hanya menang dua kali dari 11 laga di semua ajang pada 2017, membuat manajemen memutuskan memecat The Tinkerman –julukan Ranieri– pada Jumat (24/2/2017) dini hari WIB.

Meski mampu memberikan trofi Liga Inggris 2015-2016, manajemen Leicester tidak mau melihat timnya terus-menerus menelan kekalahan. Karena itu, memecat Ranieri adalah keputusan tepat. Apalagi, manajemen juga tidak pelit pada Ranieri dengan memberikan dana segar hingga 78 juta pounds atau sekira Rp1,3 triliun untuk berbelanja pemain.

Ketika Ranieri meninggalkan jabatannya, Leicester berada di posisi 17 (21 poin) hingga Liga Inggris 2016-2017 memasuki pekan 25. Bahkan, The Foxes –julukan Leicester– hanya unggul satu angka dari Hull City yang menempati posisi 18, atau batas akhir tim yang terdegradasi.

Karena itu, mengingat masih ada 13 pertandingan ke depan, berapa poin yang dibutuhkan Leicester untuk sintas di Liga Inggris? Semenjak Liga Inggris diikuti 20 klub pada musim 1995-1996, rata-rata klub teratas yang terdegradasi (posisi 18) meraih 35 poin.

Melihat Leicester saat ini telah mengemas 21 angka, berarti Leicester setidaknya harus mencari lebih dari 15 poin tambahan. Jika ingin aman, paling tidak Leicester harus mengakhiri kompetisi dengan 40 poin.

Terhitung sejak musim 1995-1996, hanya tiga kali tim yang mengoleksi 40 angka, namun terdegradasi di akhir musim. Untuk mencari minimal 19 angka tambahan, Leicester wajib menang enam kali plus satu imbang dari 13 pertandingan tersisa.

Dari 13 pertandingan itu, sebanyak tujuh di antaranya dilangsungkan di King Power Stadium. Karena itu, laga kandang harus dimanfaatkan secara sempurna oleh Riyad Mahrez dan kawan-kawan. Tugas itu tentu akan dibebankan pelatih anyar yang disebut-sebut akan dipegang Roberto Mancini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *