Ranieri Dipecat Bukan karena Pemberontakan Pemain Leicester

Posted on

LEICESTER – Kisah romanitsme antara Claudio Ranieri dengan Leicester City memang harus kandas di musim ini. Adalah sejumlah hasil buruk yang diterima oleh The Foxes tersebut sepanjang musim ini menjadi penyebab didepaknya Ranieri.

Padahal, Ranieri sendiri memiliki jasa yang sangat besar dengan sukses mengantarkan Leicester menjuarai Liga Inggris pada musim lalu. Ia juga mampu membawa Jamie Vardy dan kolega lolos ke babak 16 besar Liga Champions musim ini.

Namun nasib malang tak bisa dihindari Ranieri. Ia harus merelakan jabatannya sebagai manajer yang sudah diembannya sejak 13 Juli 2015 usai. Salah satu isu utama di balik pemecatan Ranieri adalah pemberontakan yang dilakukan oleh sejumlah pemain senior Leicester.

Akan tetapi rumor tersebut dibantah langsung oleh manajer interim Leicester, Craig Shakespeare. Ia menegaskan bahwa rumor mengenai adanya pemberontakan para pemain Leicester adalah kabar yang tidak benar.

“Saya tak tahu jika ada pemain senior yang mengadu pada pemilik klub, ini berita buat saya. Yang bisa saya katakan, kami frustrasi karena hasil tapi dia (Ranieri) tak kehilangan kepercayaan di ruang ganti. Para pemain punya hak suara, kami punya tim yang paham terhadap taktik,” ucap Shakespeare, seperti dikutip dari ESPN FC, Sabtu (25/2/2017).

“Anda bisa mendengarkan pemain tapi pelatih yang membuat keputusan akhir. Dari segi pandang sepakbola, saya harus mengatakan bahwa para pemain sangat profesional. Mereka kecewa dan sangat frustrasi,” sambungnya.

“Saya tak punya satu pun masalah ketika berlatih bersama mereka. Mereka rajin dan profesional. Mereka sangat kecewa, seperti yang lainnya, ketika pelatih kehilangan pekerjaannya,” tuntas manajer berusia 53 tahun tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *