Shakespeare yang Membangkitkan Leicester dan Mengalahkan Liverpool

Posted on
Shakespeare yang Membangkitkan Leicester dan Mengalahkan Liverpool Foto: Michael Regan/Getty Images

Leicester – Craig Shakespeare memberi kejutan setelah Leicester City memecat Claudio Ranieri dengan membawa The Foxes melumat Liverpool 3-1. Siap sesungguhnya sosok pria 53 tahun itu?

Leicester resmi memecat Ranieri sebagai manajer pada 24 Februari 2017 atau satu hari setelah kalah 1-2 dari Sevilla pada leg pertama 16 besar Liga Champions. Shakespeare pun langsung ditunjuk sebagai caretaker.

Itu bukanlah tugas yang ringan untuk Shakespeare. Pasalnya, Ranieri meninggalkan hasil yang buruk untuk Leicester di tahun 2017 dengan meraih lima kekalahan dan satu hasil imbang sepanjang Liga Primer Inggris, dan juga belum mencetak gol.

Setelah perubahan sementara di kursi manajer, awal perjalanan untuk menjauh dari zona degradasi tampak mulus di tangan Shakespeare. Tidak tanggung-tanggung, Leicester menghajar Liverpool 3-1 di King Power Stadium, Selasa (28/2/2017) dinihari WIB.

Jamie Vardy jadi inspirasi permainan dengan dua gol dan satu disumbang Danny Drinkwater. Gol-gol dari pemain itu pun menghidupkan asa Shakespeare untuk diangkat sebagai manajer Leicester.

Terlepas dari hasilnya melawan Liverpool, Shakespeare terhitung baru dua kali mengemban tugas sebagai pelatih kepala. Kesempatan pertama terjadi pada Oktober 2006 ketika Bryan Robson beserta asistennya, Nigel Pearson, meninggalkan West Bormwich Albion (WBA).

Pria yang berposisi sebagai gelandang saat masih jadi pemain tersebut, memberi kemenangan 2-0 untuk WBA di kandang Crystal Palace. Kesempatan itu juga jadi momentum pertamanya bergelut di dunia kepelatihan klub profesional dengan berlanjut sebagai asisten pelatih saat WBA mendatangkan Tony Mowbray.

Setelah di WBA perjalanan Shakespeare berlanjut ke Leicester pada 2008 sampai 2010. Dia ketika itu diboyong Pearson untuk bertugas sebagai asisten. Sejak itu pula dia selalu dibawa Pearson tiap kali berpetualang, baik di Hull City pada 2010-2011, maupun ketika kembali lagi ke Leicester pada November 2011.

Kebersamaan Shakespeare dengan Pearson berakhir pada Juli 2015 setelah rekannya itu dipecat pada Juli 2015. Namun, Shakespeare tetap berada di Licester dengan menjabat sebagai asisten Ranieri.

Foto: Julian Finney/Getty Images

Pada periode kepemimpinan Ranieri sebagai manajer, Shakespeare terlibat dalam kisah dongeng Leiceseter dengan raihan gelar Liga Primer Inggris untuk yang pertama kalinya bagi mereka dan juga Leicester.

Pasca menjalani musim yang fantastis, Ranieri dan Shakespeare kesulitan membuat Si Rubah kembali menggigit di kompetisi. Mereka justru bukan bersaing untuk mempertahankan gelar juara, melainkan bersaing untuk menghindar dari zona degradasi. Situasi itu sekaligus membuat Ranieri kehilangan posisinya sebagai manajer.

Pemecatan Ranieri tidak serta-merta berimbas negatif kepada Shakespeare. Dia justru didapuk untuk memimpin Leicester melawan Liverpool, yang berujung kemenangan.

Entah apa yang bikin Leicester tampil beringas menghadapi Liverpool. Meski tidak punya rekam jejak sebagai manajer dan bahkan sebagai pemain biasa saja, peran Shakespeare saat ini perlu dipertimbangkan klub.

Menurut Daily Mail, Shakespeare punya keperibadian yang hangat dan sangat tajam dalam sesi latihan. Selain itu, dia juga selalu menggunakan gaya humoris untuk membangkitkan semangat tim.

“Saya orang yang cukup tenang dan mudah-mudahan bisa menular ke pemain, tapi jika saya harus memotivasi dan meminta mereka pergi, saya juga bisa,” katanya.

“Saya akan berbicara dengan staf dan menerima pertimbangan mereka. Mereka memiliki banyak pengalaman tetapi pada akhirnya itu akan jadi keputusan saya,” ungkap Shakespeare mengenai karakternya.

Apa yang dikatakan Shakespeare tentu tidak bisa dilihat dalam satu pertandingan saja. Dia masih harus membuktikan di laga melawan Hull City pada akhir pekan ini. Jika bisa meraih kemenangan, bukan tidak mungkin pemailik Leicester, Vichai Srivaddhanaprabha, menunjuknya sebagai manajer untuk mempertahankan klub di Liga Primer Inggris.
(din/nds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *