SOCCER TIME: 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Klub di Bursa Transfer

Posted on

BURSA transfer dalam dunia sepakbola menjadi hal yang dicintai dan dibenci dengan porsi yang sama oleh setiap klub. Di satu sisi, klub akan menyambut dengan gembira kedatangan para pemain baru. Namun, di sisi lain mereka juga harus waspada jikalau pemain bintangnya direkrut klub lain.

Kendati demikian, ternyata terdapat cukup banyak kesalahan yang sering dibuat oleh klub ketika melakukan transaksi pemain. Pintarnya, para agen mencuri hati pemilik klub untuk memboyong kliennya, sering kali membuat klub tersebut menyesal pada akhirnya. Berikut adalah lima kesalahan yang sering dilakukan klub di bursa transfer.

1. Mengeluarkan Uang Terlalu Banyak

Salah satu penyakit yang sering kali menjangkiti klub-klub besar di bursa transfer adalah mereka tak ragu menggelontorkan dana berapa pun untuk dapat merekrut pemain yang diidamkannya. Kendati demikian, hal itu justru sering kali merugikan klub tersebut karena jasa yang diberikan si pemain tak sepadan dengan harga yang mereka tebus.

2. Membeli Pemain yang Tidak Tepat

Menjadi klub dengan segudang pemain bintang, tentu menjadi dambaan semua pihak. Namun, adakalanya pemain dengan status bintang tersebut tidak memiliki gaya permainan yang sesuai dengan yang diterapkan oleh tim. Hal itu pun pada akhirnya berdampak dengan tidak berkembangnya karier si pemain dan permainan tim malah menjadi berantakan.

3. Terlalu Nyaman dengan Keadaan

Klub-klub yang telah menjadi juara, kerap kali menjadi lupa dengan keadaan. Hal itu pun membuat mereka tak menaruh perhatian terlalu banyak dengan perkembangan klub rival di bursa transfer dalam memperbaiki skuad. Pada akhirnya, bukan suatu yang tidak mungkin bagi klub rival tersebut mengalahkan mereka lantaran permainannya tidak mengalami perkembangan.

4. Menunda Pembelian Terlalu Lama

Harga yang tidak sesuai dan menganggap masih tersisanya banyak waktu di bursa transfer membuat klub-klub kerap kali menunda-nunda pembelian mereka. Namun tanpa disadari, hal itu bisa berakibat sangat fatal.

Bila pada akhirnya di pengujung waktu mereka berhasil merekrut si pemain, maka pemain tersebut belum tentu langsung dapat tampil maksimal karena minimnya waktu adaptasi. Di sisi lain, klub-klub juga memiliki peluang  untuk tidak jadi merekrut pemain yang mereka inginkan lantaran tidak tercapainya kesepakatan hingga memasuki pengujung bursa transfer.

5. Lebih Memilih Kuantitas Ketimbang Kualitas

Banyak klub yang masih berpikiran bahwa kedatangan banyak pemain baru akan membuat mereka mampu tampil gemilang di musim berikutnya. Namun, hal itu tak melulu menjadi jaminan. Banyak klub yang terbukti tetap mengalami keterpurukan meski sudah banyak merekrut pemain baru. Pasalnya, klub tersebut tidak memiliki pemain berkualitas yang dapat memandu tim menuju kemenangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *